JEJAKREDAKSI.COM, PEKANBARU — Semangat kebangsaan tidak berhenti setelah tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional rampung. Bagi dua putra-putri terbaik Riau, pengalaman menjalankan tugas kenegaraan tersebut justru menjadi awal untuk membawa nilai-nilai Pancasila ke tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
Keduanya yakni Rizqy Aditya Siregar, Paskibraka Nasional asal Kabupaten Siak, dan Arifa Rahma Maulydha, Paskibraka Nasional asal Kabupaten Indragiri Hilir. Setelah menuntaskan tugas di tingkat nasional, keduanya menyadari bahwa amanah sebagai Paskibraka tidak sebatas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih.
Lebih dari itu, pengalaman selama mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di tingkat nasional menjadi bekal untuk menjalankan tanggung jawab moral sebagai teladan sekaligus Duta Pancasila di lingkungan masing-masing.
Rizqy mengatakan, berbagai pembekalan yang diterima selama pemusatan pendidikan dan pelatihan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, pemahaman tersebut tidak boleh berhenti sebatas materi pelatihan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Mengemban amanah sebagai Paskibraka Nasional menjadikan kami setelah pulang ini sebagai Duta Pancasila. Pemahaman yang telah diberikan kepada kami saat pemusatan diklat tentu harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rizqy di VIP Lancang Kuning, Pekanbaru, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Rizqy, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat. Perkembangan teknologi serta derasnya arus informasi, kata dia, menuntut generasi muda mampu menyaring berbagai pengaruh tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Tantangan zaman terus berkembang. Dengan begitu, kami yang generasi muda ini sudah seharusnya saling mengingatkan. Terlebih Riau terdiri dari berbagai suku, agama, dan latar belakang. Inilah yang kita inginkan, menjaga hidup berdampingan dengan damai,” jelasnya.
Ia menilai keberagaman masyarakat Riau merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Perbedaan suku, agama, budaya maupun latar belakang sosial, menurutnya, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi modal untuk memperkuat persaudaraan.
“Perbedaan jangan pernah menjadi alasan untuk terpecah, tetapi harus dapat menjadi kekayaan yang memperkuat persaudaraan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” ungkap Rizqy.
Senada dengan Rizqy, Arifa Rahma Maulydha menilai selesainya rangkaian tugas kenegaraan di Jakarta bukanlah akhir dari pengabdian. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi para Paskibraka untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih luas sebagai generasi muda yang telah mendapatkan pembekalan nilai-nilai Pancasila.
“Sebetulnya tugas kami tidak selesai sampai penurunan bendera saja. Perjuangan sesungguhnya tentu baru dimulai saat ini, karena kami harus mampu menerapkan dan mengedukasi nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda di daerah,” terang Arifa.
Paskibraka Nasional asal Kabupaten Indragiri Hilir itu menuturkan, status sebagai Duta Pancasila menuntut mereka untuk mampu memberikan contoh nyata melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Saling menghormati, menjaga persatuan, menjunjung toleransi serta menghargai perbedaan menjadi nilai yang menurutnya perlu terus ditanamkan di tengah masyarakat.
“Sebagai Duta Pancasila, kita harus bisa menjadi teladan. Makanya, kami ingin menyebarluaskan berbagai ilmu pengetahuan terkait Pancasila yang telah dipelajari selama pemusatan latihan,” tutur Arifa.
Arifa menilai edukasi Pancasila kepada generasi muda perlu disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pancasila, kata dia, tidak cukup hanya dipahami sebagai teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan sederhana.
Di antaranya dengan menghargai perbedaan pendapat, menjaga toleransi, menggunakan media sosial secara bijak serta membangun kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Semua yang pulang ke daerahnya masing-masing pasti membawa komitmen bahwa Pancasila harus terus dirawat melalui tindakan nyata. Terutama oleh generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa,” pungkasnya. (*)




