di Desa Lambang Sari 5

PT Pertamina EP Lirik Field Lounching Bank Sampah

PT Pertamina EP Lirik Field Lounching Bank Sampah

JEJAKREDAKSI.COM, INHU - PT Pertamina EP Lirik Field terus saja memberikan dukungan dan pelayanan terbaik kepada warga masyarakat tempatan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Warga Desa Lambang Sari 5 di Kecamatan Lirik, Kabupaten Inhu, Riau melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati membuat terobosan dengan berinovasi sampah organik dan non organik didaur ulang menjadi pupuk dan bernilai ekonomis.

Hal itu diketahui saat lounching Bank Sampah Delima secara resmi oleh Manager PT Pertamina EP Lirik Field Lukman Arif didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Inhu Elfahri Adha, Camat Lirik Sudarman dan Kades Lambang Sari 5 Safrizal yang dilakukan di Aula Desa Lambang Sari 5, Rabu (7/10)). 

Dalam kesempatan itu, Lukman Arif menyampaikan, bahwa pihaknya mendorong kegiatan desa didalam kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah menjadi bahan bernilai ekonomis.

"Kita berkolaborasi didalam pelaksanaannya. Melalui program ini kita juga memberikan edukasi tentang kebersihan dan manfaat sampah menjadi barang bernilai ekonomis," ujarnya.

Kedepannya, lanjut Lukman, warga Desa Lambang Sari 5 ini melalui KWT Melati dapat secara aktif memberikan edukasi ke para tetangganya didalam kesehatan lingkungan.

"For Busines, kami tetap kepada penyehatan lingkungan. Selain bisnis Migas, kami juga berharap melalui program Bank Sampah Delima ini akan sangat bermafaat bagi masyarakat Desa Lambang Sari 5 ini," ujar Lukman.

Kegiatan yang ini diharapkan dapat menjadi "Virus" ke warga lannya yang berada didesa-desa disekitaran perusahaan. 

Pihaknya merasa senang jika dapat berkontribusi didalam setiap program desa yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Harapan kita masyarakat sampai benar-benar mandiri. Semoga program ini dapat menularkan ke masyarakat. Kita merasa bangga karena program ini manfaatnya bisa dirasakan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pertamina dengan Pemerintah Desa," tandasnya.

Dalam dari pada itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Inhu, Elfahri Adha memberikan apresiasi dan penghargaan atas kegiatan ini.

Dia berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin. Sebab, persoalan sampah harus diurus bersama-sama.

Menurutnya, jika berbicara soal sampah maka terleb8h dahulu dari hulu baru kemudian ke hilir. Yang mana, sampah tersebut harus dipilah-pilih agar dapat bernilai ekonomis.

"Saya sangat menyambut positif dengan lounching Bank Sampah Delima. Ini sangat baik sekali. Hari ini saya sampaikan kepada bapak ibu semua bahwa TPA kita hari ini tidak ada alasan lagi untuk tidak membuang sampah dengan baik dan tertib, sesuai jadwal yakni jam 07.00 - 08.00 WIB. Karena jam 08 30 - 09.00 WIB sampah dilingkungan warga akan diangkut dan dibawa ke TPA, diangkut oleh petugas pengangkut sampah. Sehingga lingkungan warga bersih dan sehat terbebas dari sampah.
Jadi tidak ada alasan lagi utk tidak membuang sampah ke TPA. Jangan buang sampah sembarangan," pungkasnya.

Jika berbicara hilir, lanjutnya, bahwa sampah jenis plastik dan atau streofom dapat diolah menjadi Bahan Bakar Mnyak (BBM). Untuk itu, dengan adanya Bank Sampah sangat baik sekali karena bernilai jual (ekonomis).

"Desa Program Iklim (Proklim) ini harus dijaga. Saya bersyukur dan dukungan pihak PT Pertamina yang menjadi bapak angkat bagi warga desa ini khususnya bagi ibu-ibu yang tergabung didalam KWT Melati ini," ujarnya.

Kalau bisa kegiatan ini menjadi agenda rutin dan dapat menjadi ikon Pertamina dalam program Bank Sampah Delima ini.

Serta menjadi desa percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Inhu untuk melakukan program seperti ini. 

"Semoga PT Pertamina dapat menjadi bapak angkat permanen didesa ini. Melalui Bank Sampah Delima ini dapat menjadi motor penggerak didesa lainnya di Kecamatan Lirik ini. Sebab, program ini hanya satu-satunya," katanya.

Dikesempatan itu juga, Kades Lambang Sari 5, Safrizal mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada PT Pertamina EP Lirik Field.

"Atas nama Pemerintah Desa, saya sangat berterima kasih dengan di lounchingnya Bank Sampah Delima ini oleh PT Pertamina EP Lirik Field," katanya.

Safrizal menuturkan bahwa, dengan di lounchingnya Bank Sampah Delima ini, pengelolaan sampah masyarakat akan terus dilakukan oleh KWT Melati ini. Sehingga setiap lingkungan di Desa Lambang Sari 5 ini bersih dan sehat.

"Untuk diketahui, bahwa Proklim ini sudah kami lakukan sejak tahun 2023 lalu," jelasnya.

Safrizal menambahkan, pihaknya telah mengimbau kepada warga desa untuk membuang sampah ke tempatnya degan baik, sehingga sampah yang akan diolah di bank sampah nantinya bisa menghasilkan ekonomis setelah dikumpulkan.

Sementara itu, Ketua KWT Melati Sri Rahayu menyampaikan, bahwa hasil daur ulang sampah yang telah dipilah, dimanfaatkan untuk menjadi pupuk tanaman ubi kayu (singkong) dan hasilnya sangat memuaskan.

"Ubi itu kami olah menjadi makanan jenis keripik kemasan dan telah dipasarkan. Selain itu juga, bahan sampah plastik yang telah diolah itu dibuat menjadi kantong (Bag) kemasan serta diolah menjadi hijap yang saat ini kami pakai. Kegiatan kami ini sangat didukung oleh Pertamina melalui program CSR. Inilah yang menjadi semangat kami," terangnya. 

Kemudian secara bersama-sama, yakni managemen PT Pertamina EP Lirik Field, Kades Lambang Sari 5, pengurus KWT Melati dan awak media yang melakukan peliputan melakukan peninjauan kebun ubi didesa tersebut. (stone)

Tag berita