Menyusuri Jejak Masa Lalu,

KKSI Dumai Dorong Pelestarian Situs Sejarah Rupat

KKSI Dumai Dorong Pelestarian Situs Sejarah Rupat
KKSI Dumai melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus safari ziarah ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (15/8/2026)

JEJAKREDAKSI.COM, DUMAI — Pengurus Kekerabatan Kesultanan Siak Sri Indrapura (KKSI) Kota Dumai melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus safari ziarah ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat ingatan sejarah, mempererat hubungan kekerabatan, sekaligus menjaga warisan budaya Melayu yang masih tersisa di wilayah pesisir Riau.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan KKSI Dumai menyambangi sejumlah situs pemakaman bersejarah dan lokasi yang selama ini diyakini memiliki nilai penting dalam perjalanan peradaban Melayu di Pulau Rupat.

Salah satu lokasi utama yang menjadi tujuan rombongan adalah makam Panglima Hitam, tokoh yang dikenal dalam sejarah dan tradisi masyarakat setempat. Selain itu, rombongan juga mengunjungi gugusan makam tua yang diyakini berkaitan dengan keberadaan tokoh-tokoh dan raja-raja Melayu pada masa lampau.

Selama prosesi ziarah, rombongan didampingi Juru Kunci setempat, Dato’ Abu. Ia menjelaskan berbagai riwayat, asal-usul, serta nilai sejarah dan spiritual yang melekat pada makam-makam tua tersebut.

Menurut Dato’ Abu, sejumlah makam bersejarah di kawasan itu telah beberapa kali menjadi objek penelitian akademis. Bahkan, tim arkeolog dari Aceh disebut pernah datang langsung ke lokasi untuk melakukan penelitian terhadap bentuk batu nisan, karakteristik makam, hingga penanggalan guna mengetahui usia dan keabsahan sejarah situs tersebut.

“Makam-makam bersejarah di sini sudah beberapa kali menjadi objek penelitian oleh para ahli. Beberapa orang arkeolog, termasuk tim arkeolog yang datang langsung dari Aceh, telah turun ke lokasi untuk meneliti keabsahan, bentuk batu nisan, serta usia penanggalan dari makam-makam ini,” ujar Dato’ Abu.

Keterangan tersebut menjadi salah satu penguat bahwa Pulau Rupat tidak hanya memiliki nilai strategis dari sisi geografis, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang berkaitan dengan perkembangan peradaban Melayu di kawasan pesisir.

Bagi KKSI Dumai, safari ziarah tersebut bukan sekadar perjalanan untuk mengenang masa lalu. Kegiatan itu dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab generasi saat ini untuk mengenali, merawat, dan mewariskan sejarah kepada generasi berikutnya.

Perwakilan KKSI Dumai mengatakan, silaturahmi dengan pemangku adat dan masyarakat penjaga situs sejarah di Rupat menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan hubungan kekerabatan Melayu.

“Kunjungan ini merupakan komitmen kami di KKSI Dumai untuk terus menyambung tali silaturahmi dengan para pemangku adat dan penjaga sejarah di Rupat. Ziarah ini menjadi pengingat bagi generasi muda akan besarnya jasa para pendahulu, sekaligus mendorong pemerintah daerah agar terus memberikan perhatian pada pelestarian cagar budaya ini,” ungkapnya.

KKSI Dumai berharap perhatian terhadap situs-situs bersejarah di Pulau Rupat dapat terus ditingkatkan, baik melalui pendataan, penelitian, perawatan maupun pengembangan edukasi sejarah dan budaya.

Menurutnya, pelestarian situs sejarah tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas adat, tetapi juga membutuhkan perhatian pemerintah, akademisi dan masyarakat agar jejak peradaban Melayu tidak hilang tergerus perubahan zaman.

Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan doa bersama di kompleks makam yang diziarahi. Doa tersebut menjadi penutup safari sekaligus simbol penghormatan kepada para leluhur yang telah meninggalkan warisan sejarah dan budaya bagi generasi penerus Melayu di Riau. (rgb)