Dandim dan Kapolres Beribadah dan Bermalam Dilokasi Karhutla

JEJAKREDAKSI.COM, INHU — Guna memaksimalkan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terpantau melalui Dasbor Aplikasi Lancang Kuning Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bara Bangun Kurniawan Prabowo bersama Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra turun langsung memimpin operasi pemadaman di Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Inhu, Riau.

Keduanya bahkan menetap dan melaksanakan ibadah di lokasi kebakaran hingga situasi terkendali. Yang mana, titik hot spot berada didaerah tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy melalui Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran kepada wartawan, Rabu (9/9). 

Kata Misran, bahwa hot spot (titik panas) pertama kali terdeteksi pada Ahad (6/9) di tiga titik koordinat: -0,8819 ; 102,0648, -0,87818 ; 102,06522, serta -0,8775 ; 102,06091.

"Upaya penanganan menyeluruh dilaksanakan Selasa (8/9) sekira pukul 08.00 WIB. Sebelumnya, Kapolres juga sudah bermalam di lokasi karhutla Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida," terang Misran.

Operasi ini melibatkan personel gabungan unsur Polri, TNI, dan pemangku kepentingan terkait. Dari jajaran Polres Inhu turun langsung Kapolres, Kasat Reskrim IPTU Adlin, Kapolsek Batang Cenaku IPTU Hendra Sebayang, Danki Brimob Yon C Inhu IPTU N. Panjaitan serta personel Polres Inhu (10 orang), Sat Brimob Yon C (21 orang), Polsek Batang Cenaku (6 orang), dan Polsek Batang Gansal (7 orang). Didukung unsur TNI (7 orang), Manggala Agni Kabupaten Inhu (4 orang), dan Masyarakat Peduli Api (MPA) berjumlah 9 orang.

Sarana dan prasarana yang dikerahkan: 1 unit kendaraan roda enam, 6 unit roda empat, 20 unit roda dua, 2 unit Mesin Robin, 2 unit Kepala Solo, serta 1 unit helikopter Water Bombing.

Lahan yang terbakar berupa perkebunan kelapa sawit milik Lidik dengan luas kebakaran mencapai ± 20 hektar. Hingga berita ini diturunkan, yang berhasil dipadamkan seluas ± 2 hektar. Tipe kebakaran berupa kebakaran permukaan pada vegetasi ladang sawit dengan jenis tanah mineral.

Berbagai kendala berat dihadapi tim di lapangan: jarak tempuh dari Polsek ke lokasi sekitar 2 jam perjalanan, lokasi jauh dari desa induk, tidak ada sinyal telepon seluler, serta sumber air tidak tersedia dan berjarak cukup jauh.

"Meskipun dihadapkan berbagai kendala, tim terus berupaya maksimal memadamkan api. Di lokasi masih terlihat asap, sehingga proses pendinginan dan pengawasan terus dilakukan agar api tidak berkobar kembali," kata Misran menerangkan.

Dengan kehadiran langsung pimpinan dilokasi serta semangat pengabdian yang ditunjukkan dengan bermalam dan beribadah bersama di tengah lokasi kebakaran, diharapkan penanganan karhutla berjalan lebih cepat, terkoordinasi baik, serta meminimalkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Inhu. (Stone)

Tag berita