JEJAKREDAKSI.COM, JAKARTA – Transformasi yang
dijalankan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo di bawah arahan
strategis Danantara Indonesia terus menunjukkan hasil positif. Melalui
pengelolaan portofolio yang lebih terarah, efisiensi organisasi, serta
penguatan bisnis inti, kinerja keuangan perusahaan pada semester I tahun
2026 mencatatkan pertumbuhan signifikan.
Pelindo membukukan laba
periode berjalan sebesar Rp2,57 triliun atau meningkat sekitar 60,44
persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan
kinerja tersebut turut ditopang oleh pertumbuhan aktivitas operasional
di pelabuhan. Hingga Juni 2026, arus peti kemas Pelindo mencapai sekitar
9,96 juta TEUs atau tumbuh 7 persen secara tahunan (year-on-year).
Capaian ini mencerminkan bahwa pertumbuhan perusahaan berjalan seiring
dengan peningkatan aktivitas ekonomi riil melalui pergerakan barang di
pelabuhan.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, dalam
siaran pers yang diterima Jumat (31/7/2026), menyampaikan bahwa
pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan pendapatan yang selaras
dengan kinerja operasional, serta pengelolaan biaya yang semakin
disiplin.
“Pertumbuhan laba Pelindo ditopang oleh kombinasi
peningkatan pendapatan sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional
dan pengendalian beban usaha yang lebih disiplin,” ujarnya.
Sejalan
dengan capaian tersebut, Pelindo terus memperkuat transformasi
perusahaan melalui penataan struktur bisnis dan peningkatan efektivitas
organisasi sebagai bagian dari agenda transformasi Danantara Indonesia.
Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah
penyederhanaan struktur korporasi (corporate streamlining).
Menurut
Achmad, langkah ini bertujuan membangun tata kelola yang lebih efektif,
mempercepat proses pengambilan keputusan, serta mengurangi duplikasi
fungsi dan transaksi antarperusahaan dalam grup.
“Dengan struktur yang lebih sederhana, setiap entitas dapat semakin fokus pada bisnis inti dan penciptaan nilai,” jelasnya.
Transformasi
tersebut juga diiringi dengan penguatan efisiensi dan kualitas layanan
kepelabuhanan melalui standardisasi layanan, digitalisasi proses bisnis,
peningkatan produktivitas terminal, serta optimalisasi perencanaan dan
pengendalian operasi.
Di sisi lain, Pelindo terus mengembangkan
jaringan pelabuhan berbasis hub and spoke serta mendorong integrasi
layanan pelabuhan dengan kawasan industri, pusat logistik, dan berbagai
moda transportasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat
konektivitas dan efisiensi arus barang dalam ekosistem logistik
nasional.
“Melalui pengembangan jaringan dan integrasi layanan
tersebut, kami ingin memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul utama
logistik nasional sekaligus menciptakan konektivitas arus barang yang
semakin efisien,” pungkas Achmad. (adv/red)












0 Komentar