Header Ads Widget


 

Mayat Misterius Terapung di Perairan Meranti Dilaporkan Hilang, Dikabarkan Terjun dari Laut Johor Bahru Malaysia

Mayat yang ditemukan mengapung di Perairan Desa Tanjung Kedabu, Rangsang Pesisir, Jumat (2/1/2026). (foto: ist)


JEJAKRESAKSI.COM – Misteri penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang terapung di perairan Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya menemukan titik terang. Korban dipastikan merupakan warga negara Malaysia yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Johor Bahru.

Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie, mengungkapkan bahwa kepastian tersebut diperoleh melalui koordinasi dan komunikasi intensif antara tim SAR Kepulauan Meranti dengan otoritas Maritim Johor Bahru, Malaysia. Proses identifikasi bermula setelah tim SAR melaporkan penemuan jenazah laki-laki tanpa identitas yang dievakuasi dari perairan Pulau Rangsang.

"Sejak awal kami membuka komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas maritim negara tetangga. Kami sampaikan bahwa telah ditemukan satu jenazah laki-laki tanpa identitas di perairan Pulau Rangsang," ujar Prima Herrie, Sabtu (3/1/2026).

Koordinasi lintas negara tersebut membuahkan hasil. Berdasarkan kecocokan ciri fisik, pakaian yang dikenakan korban, serta petunjuk lain yang ditemukan pada tubuh jenazah, pihak Maritim Johor Bahru mengonfirmasi bahwa korban identik dengan seorang pria yang sebelumnya dilaporkan terjun ke laut di kawasan Tanjung Piai, Johor Bahru.

Dalam laporan resmi Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Johor Bahru, korban diketahui bernama Teh Kok Keong (33), seorang lelaki keturunan Tionghoa, warga negara Malaysia. Ia dilaporkan terjun dari Jembatan Second Link Tuas–Johor, jalur penghubung strategis antara Malaysia dan Singapura. Hingga kini, motif korban terjun ke laut masih belum diketahui secara pasti.

"Setelah koordinasi intens, akhirnya kami mendapatkan kepastian bahwa jenazah Mr. X adalah orang yang sedang dicari oleh otoritas Malaysia. Korban merupakan warga negara Malaysia," jelas Prima Herrie.

Identitas korban semakin kuat setelah ditemukan jaket yang dikenakan jenazah bertuliskan Tower Transit, perusahaan operator bus internasional yang beroperasi di Singapura. Diketahui, korban merupakan karyawan perusahaan tersebut dan bekerja di Singapura.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP, mengatakan bahwa pihaknya juga menerima komunikasi langsung dari seseorang yang mengaku sebagai keluarga korban pada Kamis malam.

"Pihak keluarga menghubungi BPBD, Polres Kepulauan Meranti, serta Basarnas. Mereka mengirimkan foto korban beserta identitas yang sesuai dengan jenazah yang ditemukan," ujar Ardath.

Menurut Ardath, nomor yang menghubungi berasal dari Singapura dan identitas yang dikirimkan cocok dengan ciri korban, termasuk logo perusahaan pada pakaian yang dikenakan. Saat ini, pihak keluarga dikabarkan tengah dalam perjalanan menuju Batam dan selanjutnya ke Kabupaten Kepulauan Meranti untuk proses lanjutan.

Diduga kuat, jasad korban hanyut mengikuti arus Selat Malaka hingga akhirnya ditemukan di perairan Pulau Rangsang. Jarak laut antara Johor Bahru dan Pulau Rangsang diperkirakan mencapai 25-35 mil laut atau sekitar 46-65 kilometer, sehingga kondisi dan waktu hanyut korban tidak dapat dipastikan secara akurat.

Sebelumnya, penemuan mayat tersebut sempat menggegerkan warga Dusun I, Desa Tanjung Kedabu. Jasad korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 10.15 WIB, Jumat (2/1/2026), di wilayah RT 002/RW 002 saat melintas di perairan setempat.

BPBD Kepulauan Meranti bersama Polsek Rangsang, Bhabinkamtibmas Rangsang Pesisir, Basarnas, serta UPT Puskesmas setempat langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi bersama masyarakat.

"Meski kondisi lapangan cukup menantang, proses evakuasi berjalan lancar," tambah Ardath.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, SH, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan penyelidikan awal masih terus dilakukan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor jika memiliki informasi tambahan yang dapat membantu proses penanganan dan koordinasi lanjutan dengan pihak keluarga korban. (red)

Sumber: Goriau.com


Posting Komentar

0 Komentar